Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perkembangan Sistem Pakar

Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi.
1. sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya.
2. Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan.
Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar.

Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu:
1.tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya),
2.representasi pengetahuan (ke komputer),
3.inferensi pengetahuan, dan
4.pengalihan pengetahuan ke user.

Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

Terdapat beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar.
1.pakar di suatu perusahaan/instansi bisa pensiun, keluar, atau telah meninggal.
2.pengetahuan perlu didokumentasikan atau dianalisis.
3.pendidikan dan pelatihan adalah hal penting tetapi merupakan tugas yang sulit.

Sistem pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar